Pendidikan
karakter adalah pendidikan yang sangat penting bagi kita terutama bagi
anak-anak yang masih dalam dunia pendidikan, karena pendidikan karakter dalam
dunia pendidikan ini dijadikan sebagai wadah atau proses untuk membentuk
pribadi anak agar menjadi pribadi yang baik. Sebagai tenaga pendidik seorang
guru juga perlu memberikan contoh perilaku yang baik kepada peserta didik,
karena perilaku guru merupakan teladan bagi anak didik. Dalam dunia pendidikan
memang pendidikan karakter sangat di butuhkan oleh peserta didik untuk
membentuk pribadi yang baik, bijaksana, jujur, bertanggung jawab, dan bisa
menghormati orang lain.
Dalam
dunia pendidikan, pendidikan karakter memang sangat penting bagi peserta didik,
untuk bekal mereka ketika dewasa nanti agar menjadi pribadi yang baik. Tetapi
pada kenyataanya pendidikan sekarang ini terlalu berorientasi pada pengembangan
otak kiri dan kurang memperhatikan perkembangan otak kanan.
Proses
belajar juga berlangsung secara pasif dan kaku sehingga peserta didik menjadi jenuh
bahkan. Pendidikan yang berkaitan dengan pendidikan karakter (seperti budi
pekerti, dan agama) ternyata pada prakteknya lebih menekankan pada aspek otak
kiri (hafalan, hanya sekedar tahu). Secara tidak langsung pendidikan yang
seperti ini telah membunuh karakter anak bangsa sehingga menjadi tidak kreatif.
Dengan adanya hal demikian kita sebagai calon pendidik bisa merubah pendidikan
sekarang ini munuju pendidikan yang bermutu yang tidak hanya mengedepankan
aspek kognitif saja tetapi juga harus memperhatikan sikap afektif dan
psikomotoriknya juga. Ketika kita bisa melakukan hal tersebut maka pendidikan
yang sekarang ini akan bisa menumbuhkan jiwa-jiwa yang berkarakter tinggi dan
berpengetahuan luas.
Pendidikan
karakter bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral, membentuk manusia
yang cerdas dan rasional, membentuk manusia yang inovatif dan suka bekerja
keras, optimis dan percaya, dan berjiwa patriot. Dengan demikian pendidikan
yang sangat dibutuhkan saat ini adalah pendidikan yang dapat mengintegrasikan
pendidikan karakter dengan pendidikan yang dapat mengoptimalkan perkembangan
seluruh dimensi anak baik dari ranah kognitif, fisik, sosial-emosi, kreativitas
dan spiritual harus seimbang.
Sepanjang
sejarahnya, di seluruh dunia ini, pendidikan pada hakekatnya memiliki dua
tujuan, yaitu membantu manusia untuk menjadi cerdas dan pintar (smart), dan
membantu mereka menjadi manusia yang baik (good). Menjadikan manusia cerdas dan
pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang
yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit.
Dengan demikian, sangat wajar apabila dikatakan bahwa problem moral merupakan
persoalan akut atau penyakit kronis yang mengiringi kehidupan manusia kapan dan
di mana pun.
Menurunnya
kualitas moral dalam kehidupan manusia Indonesia dewasa ini, terutama di kalangan
anak-anak, menuntut diselenggarakannya pendidikan karakter. Sekolah dituntut
untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan
nilai-nilai yang baik dan membantu para siswa membentuk dan membangun karakter
mereka dengan nilai-nilai yang baik. Pendidikan karakter diarahkan untuk
memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu (seperti rasa hormat, tanggungjawab,
jujur, peduli, dan adil) dan membantu siswa untuk memahami, memperhatikan, dan
melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri.
Pendidikan
karakter tidak hanya bermanfaat untuk membentuk kepribadian seorang anak, tapi
juga mampu membantu mereka dalam memenuhi tugas-tugasnya sebagai seorang
makhluk sosial yang beradab, oleh sebabitu, pendidikan ini sebaiknya sudah
mulai diberikan sejak usia dini.
Berikut ini
adalah beberapa alasan untuk memperjelas urgensi pendidikan karakter pada anak :
v Menjamin Pembentukan Kepribadian Yang Baik
Sebagaimana
yang kita tahu, manusia adalah makhluk yang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan,
oleh karena itu apabila anak dibiasakan sejak dini untuk mempraktikkan hal-hal
yang mencerminkan karakter baik seperti hemat, rajin, jujur, dan percaya diri,
maka lama kelamaan sikap tersebut akan membentuk kepribadian anak secara
permanen.
Dengan
kata lain, pendidikan karakter sejak dini akan membentuk blueprint kepribadian
yang baik pada anak Anda yang akan bertahan hingga mereka dewasa.
v Mampu Mendongkrak Prestasi Akademik
Secara
umum, sangat sedikit orang yang mengaitkan pentingnya pendidikan karakter bagi
prestasi siswa. Dalam gambaran kasar, prestasi memang berkaitan erat dengan
pendidikan formal yang diterima oleh anak baik melalui sekolah ataupun lembaga
lainnya.Akan tetapi, efek pendidikan karakter rupanya juga dapat memainkan
peranan penting dalam pencapaian prestasi akademik anak.
Beberapa
penelitian mengungkapkan bahwa kepribadian anak memiliki peran yang signifikan
dalam peningkatan prestasi akademik. Hal ini dipercaya berkaitan erat dengan
sikap si anak dalam menyesuaikan diri di lingkungan belajarnya.
v Salah Satu Investasi Masa Depan Terbaik Bagi Diri Anak
Karakter
diri adalah salah satui nvestasi masa depan terbaik bagi putra-putri Anda.
Dengan pribadi yang baik,mereka kelak akan tumbuh sebagai generasi penerus
bangsa yang bisa diandalkan serta memberikan manfaat bagi orang lain.
v Mendorong Moral Anak Yang Bermasalah
Tidak
semua anak memiliki masa kecil yang hangat dan bahagia. Sebagian anak kerap
mendapatkan masalah yang mampu mengganggu perkembangan psikisnya seperti
masalah keluarga atau persoalan kemiskinan.
Cara
yang paling tepat untuk menjagaagar si anak tidak beranjak dewasa dengan
pandangan yang pesimis adalah dengan menanamkan pendidikan karakter yang kuat
sejak dini.
v Memberi Efek Positif Pada Lingkungan Pergaulan Anak
Anak
dengan karakter yang terdidik secara otomatis akan menyebarkan rasa positif dan
kenyamanan pada orang-orang di sekitarnya. Alih-alih mendapat dampak buruk dari
lingkungan pergaulan, anak Anda justru dapat memberikan dampak positif kepada
teman-teman sebayanya.
Akan
tetapi, penting untuk dicatat bahwa anak-anak secara biologis memiliki rasa
ingin tahu yang lebih besar sehingga mudah bergaul dengan sembarang orang. Oleh
sebab itu pastikan Anda memberikan pengawasan yang cukup terhadap lingkungan
pergaulan anak.
Menurut Lickona
ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter itu harus disampaikan:
- Merupakan
cara terbaik untuk menjamin anak-anak (siswa) memiliki kepribadian yang baik dalam
kehidupannya.
- Merupakan
cara untuk meningkatkan prestasi akademik.
- Sebagian
siswa tidak dapat membentuk karakter yang kuat bagi dirinya di tempat lain.
- Mempersiapkan
siswa untuk menghormati pihak atau orang lain dan dapat hidup dalam masyarakat
yang beragam.
- Berangkat
dari akar masalah yang berkaitan dengan problem moral-sosial, seperti
ketidaksopanan, ketidakjujuran, kekerasan, pelanggaran kegiatan seksual, dan etos
kerja (belajar) yang rendah.
- Merupakan
persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja.
- Mengajarkan
nilai-nilai budaya merupakan bagian dari kerja peradaban.
Secara
umum materi tentang pendidikan karakter dijelaskan oleh Berkowitz, Battistich,
dan Bier (2008: 442) yang melaporkan bahwa materi pendidikan karakter sangat
luas. Dari hasil penelitiannya dijelaskan bahwa paling tidak ada 25 variabel
yang dapat dipakai sebagai materi pendidikan karakter. Namun, dari 25 variabel
tersebut yang paling umum dilaporkan dan secara signifikan hanya ada 10, yaitu:
- Perilaku
seksual
- Pengetahuan
tentang karakter (Character knowledge)
- Pemahaman
tentang moral sosial
- Ketrampilan
pemecahan masalah
- Kompetensi emosional
- Hubungan dengan orang lain (Relationships)
- Perasaan
keterikan dengan sekolah (Attachment to school)
- Prestasi
akademis
- Kompetensi berkomunikasi
- Sikap kepada guru (Attitudes toward teachers)
Sebagai
penutup, penting untuk dicatat bahwa kurangnya wawasan orang tua mengenai
pendidikan karakter di dalam rumah seringkali menghambat proses penanaman
nilai-nilai pendidikan karakter pada anak.
Padahal,
pendidikan ini sejatinya tidak hanya menjadi tugas guru yang ada di sekolah,
tapi juga para orang dewasa yang ada di sekitar anak termasuk kerabat dan orang
tua.
Berbeda
dengan pendidikan formal yang dapat ditempuh dengan cara-cara yang pasti dan
teratur, pendidikan karakter hanya bisa didapat lewat kolaborasi antara guru
dengan orang tua. Oleh sebab itu pastikan Anda aktif menjalin komunikasi dengan
guru formal anak Anda disekolah untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai
metode dan cara mendidik karakter anak Anda.
“ Alangkah
majunya Indonesia kalau lebih banyak orangtua lebih seperti guru, dan lebih
banyak guru seperti orangtua ”
-Nadiem Makarim,
dalam pidatonya diseminar yang bertempat di Jakarta, 13 Desember 2019-
Referensi :
- https://www.kompasiana.com/amp/fatiiim/pentingnya-pendidikan-karakter-dalam-dunia-pendidikan_590ff69fa5afbd8508fef994
- https://ruangguruku.com/m/mengapa-perlu-adanya-pendidikan-karakter/
- https://www.google.com/amp/s/www.appletreebsd.com/5-alasan-mengapa-pendidikan-karakter-sangat-penting-bagi-si-kecil/amp/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar